Resume Topologi Jaringan
Resume Topologi Jaringan
Nama
: Sayyid Muhammad Rusydi
NIM : 19190028
Kelas : 19.4A.28
Pengertian Topologi
Jaringan
Topologi jaringan
adalah suatu bentuk struktur jaringan yang dibangun/diinstalasi sesuai dengan
kebutuhan dan digunakan untuk menghubungkan antara komputer satu dengan
komputer yang lainnya menggunakan media kabel ataupun media wireless.
Topologi jaringan adalah sebuah desain jaringan komputer yang akan di
bentuk serta menggambarkan bagaimana komputer dalam jaringan tersebut
bisa saling terhubung satu sama lain. Untuk membangun jaringan komputer baik
yang berskala kecil atau besar, terlebih dahulu kita harus merancang
topologinya.
Dari topologi ini lah kita bisa menganalisa kebutuhan perangkat keras jaringan
yang akan digunakan dan cara akses setiap computer yang tergabung dalam
jaringan tersebut. Dalam sebuah jaringan komputer jenis topologi yang dipilih akan
mempengaruhi biaya yang akan digunakan, model komunikasi yang akan diterapkan
serta kecepatan akses dalam jaringan tersebut.
Faktor-Faktor Topologi
Jaringan
Berikut ini terdapat
beberapa faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topologi
jaringan, antara lain:
- Biaya, Estimasi biaya yang
akan dibutuhkan untuk merancang topologi
tersebut sesuai dengan kebutuhan sistem.
- Kecepatan, pemilihan topologi harus disesuaikan dengan
kecepatan akses yang kita inginkan.
- Lingkungan, menjadi factor penting dalam mendesain
sebuah topologi jaringan seperti listrik, backup sistem dan sebagainya.
- Skalabilitas,menggambarkanseberapabesarjaringanyangakankita
terapkan dalam organisasi tersebut.
- Konektivitas,menggambarkancaraaksespadatopologiyangakan
kitaterapkansebagai contoh misalnya setiap divisi bisa mengakses layanan
web dan database dengan Notebook atau thin client.
Macam-Macam Topologi Jaringan
Macam-Macam Topologi
Jaringan
- Topologi Jaringan Bus
Topologi bus ini sering juga disebut sebagai
topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian
beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut Topologi bus merupakan
topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaks menjamur.
Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network),
maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan
satu sama lain.
Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi
adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang dipergunakan benar-benar
matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar
akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja
jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini
juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian
digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
Pada topologi bus dua ujung jaringan harus
diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk
memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan
kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya
dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah
dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah
kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana
dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh
jaringan.
Ciri-ciri Topoligi
BUS
· Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel
dalam satu baris.
·
Tidak membutuhkan
peralatan aktif untuk menghubungkan terminal/komputer.
·
Sangat berpengaruh
pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh
satu komputer.
·
Kabel “cut” dan
digunakan konektor BNC tipe T.
·
Diujung kabel dipasang
50 ohm konektor.
·
Jika kabel putus maka
komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain.
·
Susah melakukan
pelacakan masalah.
·
Discontinue Support.
Kelebihan topologi Bus adalah:
· Instalasi relatif lebih murah.
·
Kerusakan satu
komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya.
·
Biaya relatif lebih
murah
Kelemahan topologi Bus adalah:
· Jika kabel utama (bus) atau backbone putus
maka komunikasi gagal.
·
Bila kabel utama
sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit.
· Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.
- Topologi Ring
Topologi ring biasa juga disebut sebagai topologi cincin karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.
Secara lebih sederhana lagi topologi cincin
merupakan untaian media transmisi dari satu terminal ke terminal lainnya hingga
membentuk suatu lingkaran, dimana jalur transmisi hanya “satu arah”. Tiga
fungsi yang diperlukan dalam topologi cincin : penyelipan data, penerimaan
data, dan pemindahan data.
· Penyelipan data adalah proses dimana data
dimasukkan kedalam saluran transmisi oleh terminal pengirim setelah diberi
alamat dan bit-bit tambahan lainnya.
·
Penerimaan data adalah
proses ketika terminal yang dituju telah mengambil data dari saluran, yaitu
dengan cara membandingkan alamat yang ada pada paket data dengan alamat
terminal itu sendiri. Apabila alamat tersebut sama maka data kiriman disalin.
·
Pemindahan data adalah
proses dimana kiriman data diambil kembali oleh terminal pengirim karena tidak
ada terminal yang menerimanya (mungkin akibat salah alamat). Jika data tidak
diambil kembali maka data ini akan berputar-putar dalama saluran. Pada jaringan
bus hal ini tidak akan terjadi karena kiriman akan diserap oleh “terminator”.
Pada hakekatnya setiap terminal dalam jaringan
cincin adalah “repeater”, dan mampu melakukan ketiga fungsi dari topologi
cincin. Sistem yang mengatur bagaimana komunikasi data berlangsung pada
jaringan cincin sering disebut token-ring.
Kemungkinan
permasalahan yang bisa timbul dalam jaringan cincin adalah:
· Kegagalan satu terminal / repeater akan
memutuskan komunikasi ke semua terminal.
· Pemasangan terminal baru menyebabkan gangguan
terhadap jaringan, terminal baru harus mengenal dan dihubungkan dengan kedua
terminal tetangganya.
Peralatan Yang
Digunakan dalam Topologi Ring
· Network > Jenis : NIC Token Ring Card
·
Kabel : Twisted Pair
> Connector : RJ-45
·
Protokol : Token Ring
·
Alat Lain : MAU
(Multistation Access Unit), untuk menghantar data melalui cincin
- Topologi Star
Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Pada
topologi ini kita sudah menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan
jaringan komputer. Contoh alat yang di pakai disini adalah HUB, switch, dan
lain-lain.
Pada gambar jelas terlihat satu hub berfungsi
sebagai pusat penghubung komputer-komputer yang saling berhubungan. sebuah alat
yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana
semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.
Pada topologi Bintang (Star) sebuah terminal
pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi yang terjadi.
Terminal-terminal lainnya melalukan komunikasi melalui terminal pusat ini.
Terminal kontrol pusat bisa berupa sebuah komputer yang difungsikan sebagai
pengendali tetapi bisa juga berupa “HUB” atau “MAU” (Multi Accsess Unit).
Terdapat dua alternatif untuk operasi simpul pusat.
· Simpul pusat beroperasi secara “broadcast”
yang menyalurkan data ke seluruh arah. Pada operasi ini walaupun secara fisik
kelihatan sebagai bintang namun secara logik sebenarnya beroperasi seperti bus.
Alternatif ini menggunakan HUB.
·
Simpul pusat
beroperasi sebagai “switch”, data kiriman diterima oleh simpul kemudian dikirim
hanya ke terminal tujuan (bersifat point-to-point), akternatif ini menggunakan
MAU sebagai pengendali.
Bila menggunakan HUB maka secara fisik
sebenarnya jaringan berbentuk topologi Bintang namun secara logis bertopologi
Bus. Bila menggunakan MAU maka baik fisik maupun logis bertopologi Bintang.
Kelebihan topologi
bintang :
· Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke
simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah, kegagalan komunikasi mudah
ditelusuri.
·
Kegagalan pada satu
komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
Kelemahan topologi
bintang:
· Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat)
memutuskan semua komunikasi
·
Bila yang digunakan
sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan
penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat
Peralatan Yang Digunakan dalam Topologi Star
· Network > Jenis NIC : Ethernet Card,
LocalTalk
·Kabel : Twisted Pair,
Fiber Optic
·
Connector : RJ-45, ST
Connector, SC Connector
·
Protokol Ethernet, :
LocalTalk
·
Hub/Switch 10Base 8
ports , 10Base 16ports , Ethernet Hub/Switch 8 ports , Ethernet Hub/Switch 16
ports.
- Topologi Linear/Daishy Chan
Merupakan peralihan dari topologi Bus dan
topologi Ring, yaitu tiap simpul terhubung langsung ke dua simpul lain melalui
segmen kabel, tetapi segmen membentuk saluran, bukan linkaran utuh. Satu kabel
utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan
konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri
dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval
Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang
digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier
bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.
Tipe konektornya
terdiri dari
1.
BNC
Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2.
BNC T
konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3.
BNC
Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4.
BNC
Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus.
Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer
dengan topologi linier bus :
· Keuntungan, hemat kabel, layout kabel
sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun
pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
·
Kerugian, deteksi dan
isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data
kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan
diperlukan Repeater untuk jarak jauh.
5. Topologi Tree
ad
![]() |
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik
antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan
topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang
punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub
lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung Topologi jaringan ini disebut
juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan
untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki
yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas
mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan
pada sistem jaringan komputer.
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau
simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih
rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih
dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 ke komputer node-7
seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6
sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini
adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat.
Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal
pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun
kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi,
maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak
efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.
6. Topologi Mesh
Topologi tak beraturan atau Topologi mesh
adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung
secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya,
dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan
perangkat yang dituju (dedicated links).
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi
antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu
sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan
perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus
memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
Berdasarkan pemahaman di atas, dapat
dicontohkan bahwa apabila sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam
bentuk topologi mesh maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi
optimal, diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan
masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port (lihat
gambar).
Dengan bentuk hubungan
seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
· Hubungan dedicated links menjamin data
langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya
sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk
berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara
beramai-ramai/sharing).
·
Memiliki sifat Robust,
yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena
rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak
akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
·
Privacy dan security
pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua
komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
·
Memudahkan proses
identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Meskipun demikian,
topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa kekurangan yang dapat dicatat
yaitu:
· Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin
banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel
links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
·
Hal tersebut sekaligus
juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini Karena setiap komputer harus
terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan
konfigurasi menjadi lebih sulit.
·
Banyaknya kabel yang
digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan
tempat komputer-komputer tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).
7. Topologi Hybrid
Topologi ini merupakan topologi gabungan dari
beberapa topologi yang ada, yang bisa memadukan kinerja dari beberapa topologi
yang berbeda, baik berbeda sistem maupun berbeda media transmisinya
8. Topologi wireless (nirkabel)
Jaringan nirkabel menjadi trend sebagai
alternatif dari jaringan kabel, terutama untuk pengembangan LAN tradisional
karena bisa mengurangi biaya pemasangan kabel dan mengurangi tugas-tugas
relokasi kabel apabila terjadi perubahan dalam arsitektur bangunan dan
sebagainya. Topologi ini dikenal dengan berbagai nama, misalnya WLAN, WaveLAN,
HotSpot, dan sebagainya. Model dasar dari LAN nirkabel adalah sebagai berikut::
Blok terkecil dari LAN Nirkabel disebut Basic
Service Set (BSS), yang terdiri atas sejumlah station / terminal yang
menjalankan protokol yang sama dan berlomba dalam hal akses menuju media
bersama yang sama.. Suatu BSS bisa terhubung langsung atau terpisah dari suatu
sistem distribusi backbone melalui titik akses (Access Point). Protokol MAC
bisa terdistribusikan secara penuh atau terkontrol melalui suatu fungsi
kordinasi sentral yang berada dalam titik akses. Suatu Extended Service Set
(ESS) terdiri dari dua atau lebih BSS yang dihubungkan melalui suatu sistem
distribusi. Interaksi antara LAN nirkabel dengan jenis LAN lainnya digambarkan
sebagai berikut:
Pada suatu jaringan LAN bisa terdapat LAN
berkabel backbone, seperti “Ethernet” yang mendukung server, workstation, dan
satu atau lebih bridge / router untuk dihubungkan dengan jaringan lain. Selain
itu terdapat modul kontrol (CM) yang bertindak sebagai interface untuk jaringan
LAN nirkabel. CM meliputi baik fungsi bridge ataupun fungsi router untuk
menghubungkan LAN nirkabel dengan jaringan induk. Selain itu terdapat Hub dan
juga modul pemakai (UM) yang mengontrol sejumlah stasiun LAN berkabel.
Penggunaan teknologi LAN nirkabel lainnya adalah untuk menghubungkan LAN pada
bangunan yang berdekatan.
Syarat-syarat LAN
nirkabel :
· Laju penyelesaian: protokol medium access
control harus bisa digunakan se-efisien mungkin oleh media nirkabel untuk
memaksimalkan kapasitas.
·
Jumlah simpul: LAN
nirkabel perlu mendukung ratusan simpul pada sel-sel multipel.
·
Koneksi ke LAN
backbone: modul kontrol (CM) harus mampu menghubungkan suatu jaringan LAN ke
jaringan LAN lainnya atau suatu jaringan ad-hoc nirkabel.
·
Daerah layanan: daerah
jangkauan untuk LAN nirkabel biasanya memiliki diameter 100 hingga 300 meter.
·
Kekokohan dan keamanan
transmisi: sistem LAN nirkabel harus handal dan mampu menyediakan sistem
pengamanan terutama penyadapan.
Teknologi LAN
nirkabel:
· LAN infrared (IR) : terbatas dalam sebuah
ruangan karena IR tidak mampu menembus dinding yang tidak tembus cahaya.
·
LAN gelombang radio :
terbatas dalam sebuah kompleks gedung, seperti bluetooth, WiFi, dan HomeRF.
·
LAN spektrum
penyebaran: beroperasi pada band-band ISM (industrial, scientific, medical)
yang tidak memerlukan lisensi. Gelombang mikro narrowband : beroperasi pada
frekuensi gelombang mikro yang tidak termasuk dalam spektrum penyebaran.









Komentar
Posting Komentar